---
title: "Koding dan AI di SD tanpa komputer, mulai dari mana"
description: "Koding dan Kecerdasan Artifisial bisa diajarkan di SD tanpa komputer dan tanpa internet. Status mata pelajarannya, empat elemen CP Fase C, dan dua kegiatan unplugged yang bisa dicoba besok."
canonical_url: "https://gurukampung.permadi.dev/blog/koding-dan-ai-di-sd-tanpa-komputer"
---

> Index of every page on this site: [llms.txt](https://gurukampung.permadi.dev/llms.txt)

**Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) di SD bisa dimulai tanpa komputer sama sekali.** Pedoman implementasinya menyebut tiga cara belajar: berbasis internet, dengan perangkat digital, dan **tanpa perangkat digital (unplugged)** lewat simulasi, permainan, dan aktivitas fisik. Untuk sekolah tanpa laboratorium komputer atau sinyal, cara ketiga justru paling realistis.

## Statusnya: mata pelajaran pilihan

Menurut Pedoman Implementasi Koding dan Kecerdasan Artifisial, sekolah **tidak wajib** menyediakannya sebagai mata pelajaran. Ada empat cara menerapkannya:

1. **Mata pelajaran pilihan** bagi murid yang berminat.
2. **Terintegrasi dengan mata pelajaran lain**, misalnya etika KA di Pendidikan Pancasila atau analisis data di Matematika.
3. **Kokurikuler** berbasis teknologi atau rekayasa.
4. **Ekstrakurikuler**, misalnya klub robotika atau koding.

## Yang dipelajari di Fase C (kelas 5–6)

Capaian Pembelajaran Koding dan KA Fase C punya empat elemen:

<table>
<thead>
  <tr>
    <th>
      Elemen
    </th>
    
    <th>
      Intinya
    </th>
  </tr>
</thead>

<tbody>
  <tr>
    <td>
      <strong>
        Berpikir komputasional
      </strong>
    </td>
    
    <td>
      Memecahkan masalah sehari-hari secara sistematis dan menuliskan instruksi yang logis dan terstruktur dengan kosakata atau simbol
    </td>
  </tr>
  
  <tr>
    <td>
      <strong>
        Literasi digital
      </strong>
    </td>
    
    <td>
      Memahami manfaat dan dampak teknologi digital, menjaga informasi pribadi saat berkomunikasi daring, serta membuat konten teks dan gambar
    </td>
  </tr>
  
  <tr>
    <td>
      <strong>
        Literasi dan etika KA
      </strong>
    </td>
    
    <td>
      Memahami konsep KA sederhana, manfaat dan dampaknya, bahwa KA harus menyejahterakan dan tidak merugikan manusia, serta etika dasar seperti empati
    </td>
  </tr>
  
  <tr>
    <td>
      <strong>
        Pemanfaatan dan pengembangan KA
      </strong>
    </td>
    
    <td>
      Menyimulasikan secara sederhana cara KA mengenali pola, mengklasifikasi benda, dan bagaimana prediksinya dipengaruhi input
    </td>
  </tr>
</tbody>
</table>

Perhatikan elemen terakhir: CP sendiri meminta murid **menyimulasikan** cara kerja KA dengan **benda konkret**. Itu bisa dilakukan dengan kardus, daun, dan tutup botol.

## Kegiatan 1: Robot Manusia

**Elemen:** berpikir komputasional. **Waktu:** 35 menit. **Alat:** lakban untuk membuat petak 5 × 5 di lantai, kartu bergambar panah.

1. Gunakan tiga simbol: **↑** maju satu petak, **↻** putar kanan, **↺** putar kiri.
2. Satu murid menjadi "robot" yang berdiri di petak awal. Robot hanya boleh menjalankan kartu, tidak boleh berpikir sendiri.
3. Kelompok menyusun deretan kartu agar robot sampai ke petak tujuan (misalnya tempat sampah) tanpa menabrak "batu" (kursi).
4. Kalau robot salah jalan, kelompok mencari kartu mana yang keliru dan memperbaikinya. Inilah *debugging*.

**Refleksi:** "Kenapa robot tidak bisa menebak maksud kita?" Murid belajar bahwa komputer hanya menjalankan instruksi persis seperti yang ditulis.

## Kegiatan 2: Mesin Pengelompok

**Elemen:** pemanfaatan dan pengembangan KA. **Waktu:** 35 menit. **Alat:** kumpulan benda (daun, batu kecil, tutup botol, ranting) dan dua kardus berlabel A dan B.

1. Guru diam-diam menentukan aturan, misalnya "A untuk benda dari alam, B untuk benda buatan manusia".
2. Guru memasukkan lima benda ke kardus yang benar sambil diperhatikan murid. Ini **data latih**.
3. Murid berperan sebagai "mesin" yang menebak kardus untuk benda baru, lalu menebak aturannya.
4. Ulangi dengan data latih yang sengaja kurang lengkap, misalnya semua benda alam yang ditunjukkan berwarna hijau. Murid akan salah menebak batu abu-abu.

**Refleksi:** "Kenapa mesin salah?" Karena contoh yang dipelajarinya kurang beragam. Dari sini murid memahami bahwa prediksi KA bergantung pada data yang diberikan kepadanya.

<konten-terkunci id="koding-ka-4-pertemuan" produk="RPP siap unduh">

- Rencana 4 pertemuan siap pakai untuk kelas 5–6, satu pertemuan untuk setiap elemen CP Fase C
- Setiap pertemuan lengkap dengan tujuan, alat dari bahan sekitar, langkah memahami–mengaplikasi–merefleksi, dan asesmen
- Lembar kerja instruksi Robot Manusia dan lembar pengamatan Mesin Pengelompok

</konten-terkunci>

## Pertanyaan yang sering muncul

**Apakah guru harus bisa memrogram?**
Tidak untuk kegiatan unplugged. Yang dibutuhkan adalah memahami konsepnya: instruksi berurutan, perulangan, mencari kesalahan, dan cara mesin belajar dari contoh.

**Mulai kelas berapa?**
CP Koding dan KA dimulai di Fase C (kelas 5 dan 6). Untuk kelas yang lebih kecil, kegiatan seperti Robot Manusia tetap bisa dipakai sebagai permainan logika.

## Sitemap

See the full [sitemap](https://gurukampung.permadi.dev/sitemap.md) for all pages.
