[{"data":1,"prerenderedAt":294},["ShallowReactive",2],{"blog-\u002Fblog\u002Fprojek-kokurikuler-sd":3,"blog-\u002Fblog\u002Fprojek-kokurikuler-sd-sekitar":283},{"id":4,"title":5,"body":6,"date":267,"description":268,"extension":269,"ilustrasi":270,"meta":271,"navigation":272,"ogImage":273,"path":274,"penulis":275,"robots":273,"schemaOrg":273,"seo":276,"sitemap":277,"stem":278,"tags":279,"terkunci":272,"__hash__":282},"blog\u002Fblog\u002Fprojek-kokurikuler-sd.md","Projek kokurikuler SD, 8 tema yang bisa dimulai minggu ini",{"type":7,"value":8,"toc":257},"minimark",[9,17,20,25,47,51,54,69,73,76,120,123,127,141,167,173,177,188,214,219,235,239,245,251],[10,11,12,16],"p",{},[13,14,15],"strong",{},"Kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran untuk menguatkan, memperdalam, atau memperkaya pembelajaran intrakurikuler, terutama untuk penguatan karakter."," Kompetensi yang dituju adalah delapan dimensi profil lulusan: keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.",[10,18,19],{},"Begitu bunyi Panduan Kokurikuler dari BSKAP. Kabar baiknya untuk guru SD: bentuknya lentur. Kegiatan yang sudah berjalan di sekolah boleh dimanfaatkan atau diadaptasi, asalkan dirancang dengan tujuan yang jelas.",[21,22,24],"h2",{"id":23},"tiga-bentuk-pelaksanaan","Tiga bentuk pelaksanaan",[26,27,28,35,41],"ol",{},[29,30,31,34],"li",{},[13,32,33],{},"Pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu."," Satu tema digarap beberapa mata pelajaran sekaligus, misalnya IPAS, Matematika, dan Bahasa Indonesia untuk projek bank sampah.",[29,36,37,40],{},[13,38,39],{},"Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH)."," Pembiasaan rutin: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Panduan menegaskan ini bukan slogan, melainkan kebiasaan yang direncanakan dan dipantau.",[29,42,43,46],{},[13,44,45],{},"Cara lainnya",", sesuai kurikulum satuan pendidikan atau kebijakan pemerintah.",[21,48,50],{"id":49},"syarat-sebuah-kegiatan-disebut-kokurikuler","Syarat sebuah kegiatan disebut kokurikuler",[10,52,53],{},"Panduan memberi empat kriteria:",[55,56,57,60,63,66],"ul",{},[29,58,59],{},"bertujuan memperkuat satu atau lebih dimensi profil lulusan;",[29,61,62],{},"memakai tema yang relevan dengan konteks sosial budaya dan karakteristik murid;",[29,64,65],{},"mengatur alokasi waktu secara fleksibel sesuai struktur kurikulum;",[29,67,68],{},"direncanakan sebagai rangkaian kegiatan, lengkap dengan tujuan, langkah, dan asesmen.",[21,70,72],{"id":71},"berapa-jam-untuk-sd","Berapa jam untuk SD?",[10,74,75],{},"Alokasi kokurikuler per tahun menurut Panduan Kokurikuler:",[77,78,79,92],"table",{},[80,81,82],"thead",{},[83,84,85,89],"tr",{},[86,87,88],"th",{},"Kelas",[86,90,91],{},"JP per tahun",[93,94,95,104,112],"tbody",{},[83,96,97,101],{},[98,99,100],"td",{},"I dan II",[98,102,103],{},"216",[83,105,106,109],{},[98,107,108],{},"III, IV, dan V",[98,110,111],{},"252",[83,113,114,117],{},[98,115,116],{},"VI",[98,118,119],{},"224",[10,121,122],{},"Jam ini boleh diatur fleksibel: dibagi rata setiap minggu, atau dipadatkan menjadi beberapa pekan projek.",[21,124,126],{"id":125},"tema-1-generasi-sehat-dan-bugar-bekal-sehat-kelasku","Tema 1: Generasi sehat dan bugar, \"Bekal Sehat Kelasku\"",[10,128,129,132,133,136,137,140],{},[13,130,131],{},"Kelas:"," 3–4. ",[13,134,135],{},"Bentuk:"," 7 KAIH (makan sehat dan bergizi). ",[13,138,139],{},"Dimensi:"," kesehatan, kemandirian.",[55,142,143,149,155,161],{},[29,144,145,148],{},[13,146,147],{},"Minggu 1, memahami."," Murid mencatat isi bekal dan jajanannya selama lima hari, lalu mengelompokkannya: makanan pokok, lauk, sayur, buah, dan jajanan manis.",[29,150,151,154],{},[13,152,153],{},"Minggu 2, mengaplikasi."," Kelompok menyusun menu bekal sehat seminggu dengan bahan yang ada di pasar dekat sekolah, lalu menghitung perkiraan harganya.",[29,156,157,160],{},[13,158,159],{},"Minggu 3, mengaplikasi."," \"Hari bekal sehat\": murid membawa bekal sesuai menu kelompoknya dan saling berbagi.",[29,162,163,166],{},[13,164,165],{},"Minggu 4, merefleksi."," Murid membandingkan catatan minggu pertama dengan minggu ketiga dan menulis satu kebiasaan yang ingin dipertahankan.",[10,168,169,172],{},[13,170,171],{},"Asesmen:"," jurnal bekal harian dan rubrik sederhana untuk menu kelompok (keragaman gizi, kesesuaian harga, kerapian penyajian).",[21,174,176],{"id":175},"tema-2-gaya-hidup-berkelanjutan-bank-sampah-kelas","Tema 2: Gaya hidup berkelanjutan, \"Bank Sampah Kelas\"",[10,178,179,181,182,184,185,187],{},[13,180,131],{}," 5. ",[13,183,135],{}," kolaboratif lintas disiplin (IPAS, Matematika, Bahasa Indonesia). ",[13,186,139],{}," kolaborasi, penalaran kritis.",[55,189,190,196,202,208],{},[29,191,192,195],{},[13,193,194],{},"Memahami (IPAS)."," Murid mengamati sampah di sekolah selama seminggu dan mengelompokkan sampah organik dan anorganik.",[29,197,198,201],{},[13,199,200],{},"Mengaplikasi (Matematika)."," Kelas membuka \"bank sampah\": sampah anorganik ditimbang, dicatat dalam tabel, dan disajikan dalam diagram batang mingguan.",[29,203,204,207],{},[13,205,206],{},"Mengaplikasi (Bahasa Indonesia)."," Kelompok menulis poster ajakan memilah sampah untuk kelas lain.",[29,209,210,213],{},[13,211,212],{},"Merefleksi."," Di akhir bulan, kelas membaca diagramnya: apakah sampah berkurang? Apa yang berhasil dan apa yang perlu diubah?",[10,215,216,218],{},[13,217,171],{}," catatan timbangan dan diagram (Matematika), poster (Bahasa Indonesia), serta observasi kerja sama kelompok.",[220,221,224],"konten-terkunci",{"id":222,"produk":223},"kokurikuler-6-tema","Projek kokurikuler",[55,225,226,229,232],{},[29,227,228],{},"Enam tema lainnya, masing-masing dengan kelas sasaran, bentuk pelaksanaan, dimensi profil lulusan, dan rencana kegiatan per minggu: Peduli dan berbagi, Aku cinta Indonesia, Hidup hemat dan produktif, Berkarya untuk sesama dan bangsa, Bangun pagi dan tidur cepat, serta Pangan lokal kampungku",[29,230,231],{},"Rubrik asesmen untuk setiap tema",[29,233,234],{},"Contoh kalimat deskripsi kokurikuler di rapor untuk setiap tema",[21,236,238],{"id":237},"pertanyaan-yang-sering-muncul","Pertanyaan yang sering muncul",[10,240,241,244],{},[13,242,243],{},"Apakah kokurikuler sama dengan P5?","\nTujuannya mirip, yaitu penguatan karakter. Bedanya, kokurikuler mengacu pada delapan dimensi profil lulusan dan bisa dilaksanakan dalam tiga bentuk, termasuk pembiasaan 7 KAIH.",[10,246,247,250],{},[13,248,249],{},"Apakah setiap kelas harus punya projek sendiri?","\nTidak harus. Sekolah boleh merancang tema bersama untuk beberapa kelas, asalkan kegiatannya sesuai dengan kemampuan murid di tiap kelas.",[10,252,253,256],{},[13,254,255],{},"Bagaimana menuliskannya di rapor?","\nDeskripsi kokurikuler menggambarkan capaian dimensi profil lulusan secara ringkas dengan bahasa positif. Contohnya ada di tutorial deskripsi rapor.",{"title":258,"searchDepth":259,"depth":259,"links":260},"",2,[261,262,263,264,265,266],{"id":23,"depth":259,"text":24},{"id":49,"depth":259,"text":50},{"id":71,"depth":259,"text":72},{"id":125,"depth":259,"text":126},{"id":175,"depth":259,"text":176},{"id":237,"depth":259,"text":238},"2026-10-17","Kokurikuler menurut panduan 2025 bentuknya lebih lentur dari projek yang selama ini dikenal guru. Apa itu, tiga bentuk pelaksanaannya, alokasi JP untuk SD, dan dua tema lengkap yang bisa langsung dipakai.","md","kelompok",{},true,null,"\u002Fblog\u002Fprojek-kokurikuler-sd","Tim Guru Kampung",{"title":5,"description":268},{"loc":274,"lastmod":267},"blog\u002Fprojek-kokurikuler-sd",[280,281],"kokurikuler","pembelajaran mendalam","uKyZR62MoEAPW6CehLHQJjxauLF6-K89aZsRexINrds",[284,289],{"title":285,"path":286,"stem":287,"description":288,"children":-1},"Koding dan AI di SD tanpa komputer, mulai dari mana","\u002Fblog\u002Fkoding-dan-ai-di-sd-tanpa-komputer","blog\u002Fkoding-dan-ai-di-sd-tanpa-komputer","Koding dan Kecerdasan Artifisial bisa diajarkan di SD tanpa komputer dan tanpa internet. Status mata pelajarannya, empat elemen CP Fase C, dan dua kegiatan unplugged yang bisa dicoba besok.",{"title":290,"path":291,"stem":292,"description":293,"children":-1},"Soal numerasi kontekstual dari pasar dan kebun","\u002Fblog\u002Fsoal-numerasi-kontekstual","blog\u002Fsoal-numerasi-kontekstual","Numerasi bukan sekadar berhitung. Apa arti numerasi menurut Naskah Akademik Gerakan Numerasi Nasional 2026, lima dimensinya, cara membuat soal dari kehidupan sekitar murid, dan tiga contoh soal dengan pembahasan.",1792572818042]