[{"data":1,"prerenderedAt":281},["ShallowReactive",2],{"tutorial-\u002Ftutorial\u002Fmembuat-rubrik-penilaian":3,"tutorial-\u002Ftutorial\u002Fmembuat-rubrik-penilaian-sekitar":270},{"id":4,"title":5,"alat":6,"body":9,"date":255,"description":256,"durasi":257,"extension":258,"ilustrasi":259,"kategori":260,"meta":261,"navigation":262,"ogImage":263,"path":264,"robots":263,"schemaOrg":263,"seo":265,"sitemap":266,"stem":267,"terkunci":268,"urutan":241,"__hash__":269},"tutorial\u002Ftutorial\u002Fmembuat-rubrik-penilaian.md","Membuat rubrik penilaian yang adil",[7,8],"predikat","nilai-rapor",{"type":10,"value":11,"toc":239},"minimark",[12,16,21,24,47,51,91,95,175,186,196,200,203,212,215,219],[13,14,15],"p",{},"Saat menilai karangan, presentasi, atau prakarya, dua guru bisa memberi nilai berbeda untuk karya yang sama. Bahkan guru yang sama bisa menilai berbeda di jam pertama dan jam terakhir. Rubrik mengurangi masalah itu karena kriterianya ditulis sebelum menilai.",[17,18,20],"h2",{"id":19},"bagian-bagian-rubrik","Bagian-bagian rubrik",[13,22,23],{},"Rubrik analitik berbentuk tabel:",[25,26,27,35,41],"ul",{},[28,29,30,34],"li",{},[31,32,33],"strong",{},"Baris"," berisi kriteria, yaitu aspek yang dinilai.",[28,36,37,40],{},[31,38,39],{},"Kolom"," berisi level capaian, biasanya empat.",[28,42,43,46],{},[31,44,45],{},"Sel"," berisi deskripsi: seperti apa karya di level itu untuk kriteria itu.",[17,48,50],{"id":49},"langkah-membuat-rubrik","Langkah membuat rubrik",[52,53,55,60,63,67,70,74,77,81,84,88],"steps",{"level":54},"3",[56,57,59],"h3",{"id":58},"mulai-dari-tujuan-pembelajaran","Mulai dari tujuan pembelajaran",[13,61,62],{},"Kriteria rubrik harus berasal dari tujuan, bukan dari kebiasaan. Kalau tujuannya \"menceritakan kembali isi cerita dengan urutan yang benar\", maka kerapian tulisan bukan kriteria utama.",[56,64,66],{"id":65},"pilih-tiga-sampai-lima-kriteria","Pilih tiga sampai lima kriteria",[13,68,69],{},"Lebih dari lima kriteria membuat penilaian lambat dan murid sulit memahami apa yang diharapkan. Pilih aspek yang paling menentukan kualitas karya.",[56,71,73],{"id":72},"tentukan-jumlah-level","Tentukan jumlah level",[13,75,76],{},"Empat level adalah pilihan yang umum. Jumlah genap mencegah guru selalu memilih nilai tengah.",[56,78,80],{"id":79},"tulis-deskripsi-level-tertinggi-dan-terendah-dulu","Tulis deskripsi level tertinggi dan terendah dulu",[13,82,83],{},"Bayangkan karya terbaik dan karya yang paling perlu bantuan di kelas Anda. Setelah kedua ujungnya jelas, level di antaranya lebih mudah ditulis.",[56,85,87],{"id":86},"uji-dengan-dua-atau-tiga-karya-nyata","Uji dengan dua atau tiga karya nyata",[13,89,90],{},"Nilai beberapa karya murid tahun lalu, atau minta rekan guru menilai karya yang sama. Kalau hasilnya jauh berbeda, deskripsinya masih terlalu kabur.",[17,92,94],{"id":93},"contoh-menceritakan-kembali-isi-cerita-bahasa-indonesia-kelas-3","Contoh: menceritakan kembali isi cerita (Bahasa Indonesia kelas 3)",[96,97,98,120],"table",{},[99,100,101],"thead",{},[102,103,104,108,111,114,117],"tr",{},[105,106,107],"th",{},"Kriteria",[105,109,110],{},"Perlu bimbingan (1)",[105,112,113],{},"Cukup (2)",[105,115,116],{},"Baik (3)",[105,118,119],{},"Sangat baik (4)",[121,122,123,141,158],"tbody",{},[102,124,125,129,132,135,138],{},[126,127,128],"td",{},"Urutan peristiwa",[126,130,131],{},"Peristiwa tidak berurutan",[126,133,134],{},"Sebagian peristiwa berurutan",[126,136,137],{},"Semua peristiwa utama berurutan",[126,139,140],{},"Berurutan dan memakai kata penghubung waktu (lalu, kemudian, akhirnya)",[102,142,143,146,149,152,155],{},[126,144,145],{},"Kelengkapan isi",[126,147,148],{},"Menyebut 1 peristiwa",[126,150,151],{},"Menyebut 2 peristiwa",[126,153,154],{},"Menyebut semua peristiwa utama",[126,156,157],{},"Semua peristiwa utama beserta tokoh dan tempatnya",[102,159,160,163,166,169,172],{},[126,161,162],{},"Bahasa sendiri",[126,164,165],{},"Menyalin kalimat dari teks",[126,167,168],{},"Sebagian besar menyalin",[126,170,171],{},"Sebagian besar memakai kata sendiri",[126,173,174],{},"Seluruhnya memakai kata sendiri dan mudah dipahami",[13,176,177,178,181,182,185],{},"Perhatikan deskripsinya: ",[31,179,180],{},"bisa diamati"," dan ",[31,183,184],{},"bertingkat jelas",". Hindari kata seperti \"kurang baik\" atau \"sangat bagus\" tanpa penjelasan, karena kata-kata itu yang membuat penilaian tidak konsisten.",[187,188,189],"tip",{},[13,190,191,192,195],{},"Bagikan rubrik kepada murid ",[31,193,194],{},"sebelum"," mereka mengerjakan tugas. Rubrik yang dibaca di awal berfungsi sebagai petunjuk kerja, bukan hanya alat menilai.",[17,197,199],{"id":198},"mengubah-skor-rubrik-menjadi-nilai","Mengubah skor rubrik menjadi nilai",[13,201,202],{},"Jumlahkan skor semua kriteria, lalu bagi dengan skor maksimal dan kalikan 100.",[204,205,206,209],"blockquote",{},[13,207,208],{},"Skor: 3 + 4 + 3 = 10 dari maksimal 12",[13,210,211],{},"Nilai = 10 ÷ 12 × 100 = 83",[13,213,214],{},"Kalau sekolah memakai predikat (A, B, C, D atau sebutan lain), Konversi Nilai ke Predikat di Guru Kampung bisa mengubah angka itu dengan rentang yang Anda atur sendiri. Nilai akhirnya bisa dimasukkan ke Kalkulator Nilai Rapor bersama nilai sumatif lainnya.",[17,216,218],{"id":217},"kesalahan-yang-sering-terjadi","Kesalahan yang sering terjadi",[25,220,221,227,233],{},[28,222,223,226],{},[31,224,225],{},"Kriteria tumpang tindih."," \"Isi cerita\" dan \"kelengkapan peristiwa\" menilai hal yang sama dua kali.",[28,228,229,232],{},[31,230,231],{},"Menilai usaha, bukan hasil."," \"Mengerjakan dengan sungguh-sungguh\" sulit diamati dan tidak terkait tujuan.",[28,234,235,238],{},[31,236,237],{},"Skor level tidak sebanding."," Kalau satu kriteria jauh lebih penting, beri bobot secara terbuka (misalnya dikali 2), jangan diam-diam lebih ketat.",{"title":240,"searchDepth":241,"depth":241,"links":242},"",2,[243,244,252,253,254],{"id":19,"depth":241,"text":20},{"id":49,"depth":241,"text":50,"children":245},[246,248,249,250,251],{"id":58,"depth":247,"text":59},3,{"id":65,"depth":247,"text":66},{"id":72,"depth":247,"text":73},{"id":79,"depth":247,"text":80},{"id":86,"depth":247,"text":87},{"id":93,"depth":241,"text":94},{"id":198,"depth":241,"text":199},{"id":217,"depth":241,"text":218},"2026-10-16","Rubrik membuat penilaian tugas, presentasi, dan karya lebih konsisten. Cara memilih kriteria, menulis deskripsi tiap level, dan mengubahnya menjadi nilai.","12 menit baca","md","rapor","asesmen",{},true,null,"\u002Ftutorial\u002Fmembuat-rubrik-penilaian",{"title":5,"description":256},{"loc":264,"lastmod":255},"tutorial\u002Fmembuat-rubrik-penilaian",false,"Cl-4uNEa1U4tKj2A-a4zc-b2QJSl1Hf0zxMN964KXqI",[271,276],{"title":272,"path":273,"stem":274,"description":275,"children":-1},"Menulis tujuan pembelajaran yang bisa diukur","\u002Ftutorial\u002Fmenulis-tujuan-pembelajaran","tutorial\u002Fmenulis-tujuan-pembelajaran","Ubah capaian pembelajaran yang luas menjadi tujuan satu pertemuan yang jelas, dengan rumus kompetensi + konten + bukti.",{"title":277,"path":278,"stem":279,"description":280,"children":-1},"Menyusun RPP satu pertemuan","\u002Ftutorial\u002Fmenyusun-rpp-satu-pertemuan","tutorial\u002Fmenyusun-rpp-satu-pertemuan","Rencana satu pertemuan cukup menjawab tiga pertanyaan. Contoh lengkap untuk Matematika kelas 4, dari tujuan sampai asesmen.",1792572818696]