---
title: "Cara menyusun ATP dari CP, dengan contoh Matematika Fase B"
description: "ATP adalah tujuan pembelajaran yang diurutkan, bukan rincian baru. Langkah dari CP ke TP ke ATP menurut Panduan Pembelajaran dan Asesmen 2025, enam cara mengurutkan, dan contoh elemen Bilangan untuk kelas 3 dan 4."
canonical_url: "https://gurukampung.permadi.dev/tutorial/menyusun-atp-dari-cp"
---

> Index of every page on this site: [llms.txt](https://gurukampung.permadi.dev/llms.txt)

**Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) adalah tujuan-tujuan pembelajaran dalam satu fase yang sudah diurutkan, lalu dibagi per tahun. ATP bukan turunan atau rincian baru dari tujuan pembelajaran.** Jadi kerjanya dua langkah: rumuskan TP dari Capaian Pembelajaran (CP), lalu urutkan.

Panduan Pembelajaran dan Asesmen Edisi Revisi 2025 juga menegaskan bahwa ATP dari pemerintah hanya contoh. Sekolah boleh mengubah urutannya sesuai kebutuhan murid, dan sebaiknya menyusunnya bersama guru lain di KKG.

## Dari CP ke TP

Setiap TP memuat dua komponen:

1. **Kompetensi**: kemampuan yang ditunjukkan murid, ditulis dengan kata kerja yang bisa diamati.
2. **Lingkup materi**: konten dan konsep inti yang dipelajari.

Contoh: "Murid dapat **membandingkan dan mengurutkan** (kompetensi) **pecahan berpembilang satu** (lingkup materi)."

Panduan memberi tiga alternatif cara merumuskan TP:

- **Langsung dari CP**: kalimat CP dipecah menjadi beberapa TP.
- **Analisis kompetensi dan konten**: kata kerja dan kontennya dipisahkan dulu, lalu dipasangkan ulang.
- **Lintas elemen**: satu TP menggabungkan lebih dari satu elemen CP, misalnya pengukuran dan analisis data.

Pertimbangkan juga waktu yang tersedia. TP yang terlalu luas tidak akan selesai dalam satu unit, sedangkan TP yang terlalu sempit membuat ATP terlalu panjang.

## Dari TP ke ATP: enam cara mengurutkan

<table>
<thead>
  <tr>
    <th>
      Cara
    </th>
    
    <th>
      Prinsipnya
    </th>
    
    <th>
      Contoh di matematika SD
    </th>
  </tr>
</thead>

<tbody>
  <tr>
    <td>
      Konkret ke abstrak
    </td>
    
    <td>
      Dari benda nyata ke simbol
    </td>
    
    <td>
      Perkalian dengan tutup botol, lalu dengan lambang ×
    </td>
  </tr>
  
  <tr>
    <td>
      Deduktif
    </td>
    
    <td>
      Dari umum ke khusus
    </td>
    
    <td>
      Mengenal bangun datar, lalu ciri segitiga
    </td>
  </tr>
  
  <tr>
    <td>
      Mudah ke sulit
    </td>
    
    <td>
      Dari yang sederhana ke yang rumit
    </td>
    
    <td>
      Penjumlahan tanpa menyimpan, lalu dengan menyimpan
    </td>
  </tr>
  
  <tr>
    <td>
      Hierarki
    </td>
    
    <td>
      Keterampilan prasyarat lebih dulu
    </td>
    
    <td>
      Penjumlahan sebelum perkalian
    </td>
  </tr>
  
  <tr>
    <td>
      Prosedural
    </td>
    
    <td>
      Mengikuti tahap sebuah prosedur
    </td>
    
    <td>
      Mengukur: memilih alat, membaca skala, mencatat
    </td>
  </tr>
  
  <tr>
    <td>
      <em>
        Scaffolding
      </em>
    </td>
    
    <td>
      Bantuan dikurangi bertahap
    </td>
    
    <td>
      Soal bergambar, lalu soal cerita tanpa gambar
    </td>
  </tr>
</tbody>
</table>

Untuk matematika SD, urutan **hierarki** dan **konkret ke abstrak** paling sering dipakai.

## Contoh: elemen Bilangan Fase B

CP Bilangan Fase B mencakup bilangan cacah sampai 10.000, operasi hitung, kelipatan dan faktor, serta pecahan. Dipecah menjadi TP, diurutkan secara hierarki, lalu dibagi untuk kelas 3 dan 4:

<table>
<thead>
  <tr>
    <th>
      Kode
    </th>
    
    <th>
      Tujuan pembelajaran
    </th>
    
    <th>
      Kelas
    </th>
  </tr>
</thead>

<tbody>
  <tr>
    <td>
      B.1
    </td>
    
    <td>
      Membaca, menulis, membandingkan, dan mengurutkan bilangan cacah sampai 1.000
    </td>
    
    <td>
      3
    </td>
  </tr>
  
  <tr>
    <td>
      B.2
    </td>
    
    <td>
      Menentukan nilai tempat serta menyusun dan mengurai bilangan cacah sampai 1.000
    </td>
    
    <td>
      3
    </td>
  </tr>
  
  <tr>
    <td>
      B.3
    </td>
    
    <td>
      Menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000
    </td>
    
    <td>
      3
    </td>
  </tr>
  
  <tr>
    <td>
      B.4
    </td>
    
    <td>
      Menyelesaikan masalah perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 dengan benda konkret, gambar, dan simbol
    </td>
    
    <td>
      3
    </td>
  </tr>
  
  <tr>
    <td>
      B.5
    </td>
    
    <td>
      Membandingkan dan mengurutkan pecahan berpembilang satu serta pecahan berpenyebut sama
    </td>
    
    <td>
      3
    </td>
  </tr>
  
  <tr>
    <td>
      B.6
    </td>
    
    <td>
      Membaca, menulis, membandingkan, mengurutkan, dan menentukan nilai tempat bilangan cacah sampai 10.000
    </td>
    
    <td>
      4
    </td>
  </tr>
  
  <tr>
    <td>
      B.7
    </td>
    
    <td>
      Mengenal kelipatan dan faktor bilangan
    </td>
    
    <td>
      4
    </td>
  </tr>
  
  <tr>
    <td>
      B.8
    </td>
    
    <td>
      Mengenal dan menerapkan pecahan senilai
    </td>
    
    <td>
      4
    </td>
  </tr>
  
  <tr>
    <td>
      B.9
    </td>
    
    <td>
      Menyatakan pecahan sebagai desimal dan persen
    </td>
    
    <td>
      4
    </td>
  </tr>
</tbody>
</table>

Perhatikan bahwa bilangan sampai 10.000 (B.6) baru muncul di kelas 4, setelah murid nyaman dengan bilangan sampai 1.000 di kelas 3. Itulah urutan hierarki.

<note>

Pembagian kelas di atas adalah salah satu kemungkinan. CP berlaku untuk akhir fase, jadi sekolah bebas menentukan TP mana yang diajarkan di kelas 3 dan mana di kelas 4.

</note>

## Kesalahan yang sering terjadi

- **Menyalin CP sebagai TP.** CP ditulis untuk akhir fase dan terlalu luas untuk satu unit.
- **Mengurutkan mengikuti daftar isi buku.** Buku adalah salah satu sumber. ATP mengikuti kebutuhan belajar murid di sekolah Anda.
- **Menyusun sendirian.** Guru kelas 3 dan kelas 4 perlu sepakat, supaya tidak ada TP yang terlewat atau diajarkan dua kali.

<konten-terkunci id="atp-matematika-fase-b" produk="Administrasi awal tahun">

- ATP Matematika Fase B lengkap untuk empat elemen lainnya: Aljabar, Pengukuran, Geometri, serta Analisis Data dan Peluang
- Urutan mengajar gabungan semua elemen untuk kelas 3 dan kelas 4, dibagi per semester
- Lingkup materi dan contoh kegiatan singkat untuk setiap TP

</konten-terkunci>

## Pertanyaan yang sering muncul

**Apakah ATP wajib dibuat sendiri?**
Tidak. Panduan memberi tiga pilihan: menyusun sendiri, mengembangkan dari contoh pemerintah, atau memakai contoh pemerintah apa adanya sesuai kebutuhan murid.

**ATP disusun per kelas atau per fase?**
Per fase, lalu ditetapkan untuk setiap tahun (kelas). Karena itu guru kelas 3 dan 4 sebaiknya menyusunnya bersama.

**Apa bedanya TP dengan indikator?**
Indikator dipakai untuk asesmen dan biasanya lebih sempit dari TP. Satu TP bisa diukur dengan beberapa indikator soal, seperti dijelaskan di tutorial kisi-kisi SAS.

## Sitemap

See the full [sitemap](https://gurukampung.permadi.dev/sitemap.md) for all pages.
