Tutorial · Asesmen · 10 menit baca
KKTP tanpa KKM, menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran
Kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) menjawab pertanyaan "bukti apa yang menunjukkan murid sudah mencapai TP?". Empat pendekatan menurut Panduan Pembelajaran dan Asesmen 2025, contoh untuk satu TP, dan tindak lanjutnya.
KKTP (kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran) adalah penjelasan tentang kemampuan apa yang harus ditunjukkan murid sebagai bukti bahwa ia sudah mencapai satu tujuan pembelajaran. Berbeda dengan KKM yang berupa satu angka untuk satu mata pelajaran, KKTP dibuat untuk setiap TP dan menjelaskan buktinya.
Panduan Pembelajaran dan Asesmen Edisi Revisi 2025 meminta guru menetapkan kriteria ini saat merencanakan asesmen, yaitu ketika menyusun RPP atau modul ajar, lalu menyampaikannya kepada murid. Murid yang tahu apa yang diharapkan lebih mudah mencapainya.
Empat pendekatan
Panduan menyebut empat pendekatan. Pilih yang paling cocok dengan bentuk tugas dan kesiapan Anda.
| Pendekatan | Bentuknya | Cocok untuk |
|---|---|---|
| Deskripsi kriteria | Kalimat yang menjelaskan bukti ketercapaian | Tugas yang hasilnya mudah dinilai tercapai atau belum |
| Rubrik | Tabel kriteria dengan beberapa tahap, misalnya baru berkembang, layak, cakap, mahir | Tugas dengan beberapa aspek, seperti tulisan, presentasi, projek |
| Interval nilai | Skor dari rubrik diolah menjadi angka, lalu dibaca dengan rentang nilai | Saat Anda membutuhkan angka untuk pengolahan nilai sumatif |
| Persentase | Persentase butir yang benar | Tes tertulis berisi banyak soal |
Contoh untuk satu TP
TP Matematika kelas 3: "Murid dapat menyelesaikan masalah perkalian bilangan cacah sampai 100 dengan benda konkret, gambar, dan simbol."
Deskripsi kriteria
Murid dinyatakan mencapai TP jika dapat:
- memodelkan soal perkalian dengan benda konkret atau gambar kelompok yang sama banyak;
- menuliskan model tersebut sebagai kalimat perkalian (misalnya 4 × 3 = 12);
- menyelesaikan soal cerita perkalian dengan hasil sampai 100.
Rubrik
| Kriteria | Baru berkembang | Layak | Cakap | Mahir |
|---|---|---|---|---|
| Memodelkan | Kelompok tidak sama banyak | Kelompok sama banyak dengan bantuan guru | Kelompok sama banyak secara mandiri | Memodelkan dengan lebih dari satu cara |
| Menulis kalimat perkalian | Belum bisa | Tertukar antara banyak kelompok dan isi kelompok | Tepat | Tepat dan bisa menjelaskan artinya |
| Soal cerita | Belum bisa | Benar dengan gambar | Benar tanpa gambar | Benar dan bisa membuat soal cerita sendiri |
Murid dinyatakan mencapai TP jika minimal cakap di ketiga kriteria.
Interval nilai
Skor rubrik bisa diubah menjadi angka. Dengan 3 kriteria dan skala 1–4, skor maksimum 12. Murid dengan skor 3, 3, 2 mendapat (3 + 3 + 2) ÷ 12 × 100 ≈ 67.
Hasil itu dibaca dengan interval yang dicontohkan panduan:
| Interval | Artinya | Tindak lanjut |
|---|---|---|
| 0–40 | Belum mencapai TP | Remedial dengan mempelajari kembali seluruh kriteria |
| 41–60 | Hampir mencapai | Remedial pada kriteria yang belum tercapai |
| 61–80 | Sudah mencapai | Lanjut ke TP berikutnya |
| 81–100 | Sudah mencapai | Lanjut, dengan tantangan tambahan (pengayaan) |
Murid dengan nilai 67 sudah mencapai TP. Panduan juga memberi keleluasaan kepada guru untuk menentukan jumlah kriteria, skala, dan rentang intervalnya sendiri.
Kesalahan yang sering terjadi
- Satu angka untuk semua TP. Itu KKM dengan nama baru. KKTP dibuat per TP karena bukti ketercapaian setiap TP berbeda.
- Kriteria yang tidak bisa diamati. "Murid memahami perkalian" tidak bisa dibuktikan. "Murid menuliskan model sebagai kalimat perkalian" bisa.
- Kriteria dibuat setelah tes. Kriteria disusun sebelum asesmen, supaya instrumennya benar-benar mengukur kriteria itu.
Lanjutan tulisan ini untuk pelanggan
Termasuk dalam Administrasi awal tahun
- KKTP siap pakai (deskripsi kriteria) untuk 9 TP elemen Bilangan Matematika Fase B, kelas 3 dan 4
- Dua rubrik siap pakai: menulis cerita pengalaman (Bahasa Indonesia kelas 4) dan presentasi hasil pengamatan (IPAS kelas 5)
- Lembar pengolahan interval nilai dengan rumus dan contoh untuk satu kelas
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah KKM masih dipakai? Panduan Pembelajaran dan Asesmen 2025 memakai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran, bukan KKM. Ketercapaian dilihat per TP, bukan dari satu angka batas per mata pelajaran.
Apakah KKTP harus berupa angka? Tidak. Deskripsi kriteria dan rubrik sudah sah sebagai KKTP. Angka hanya diperlukan kalau Anda mengolahnya menjadi nilai sumatif.
Bolehkah KKTP sama untuk dua kelas paralel? Boleh, karena TP-nya sama. Sepakati bersama guru paralel supaya penilaian di kedua kelas adil.