Semua tutorial

Tutorial · Perangkat ajar · 10 menit baca

Cara menyusun ATP dari CP, dengan contoh Matematika Fase B

ATP adalah tujuan pembelajaran yang diurutkan, bukan rincian baru. Langkah dari CP ke TP ke ATP menurut Panduan Pembelajaran dan Asesmen 2025, enam cara mengurutkan, dan contoh elemen Bilangan untuk kelas 3 dan 4.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) adalah tujuan-tujuan pembelajaran dalam satu fase yang sudah diurutkan, lalu dibagi per tahun. ATP bukan turunan atau rincian baru dari tujuan pembelajaran. Jadi kerjanya dua langkah: rumuskan TP dari Capaian Pembelajaran (CP), lalu urutkan.

Panduan Pembelajaran dan Asesmen Edisi Revisi 2025 juga menegaskan bahwa ATP dari pemerintah hanya contoh. Sekolah boleh mengubah urutannya sesuai kebutuhan murid, dan sebaiknya menyusunnya bersama guru lain di KKG.

Dari CP ke TP

Setiap TP memuat dua komponen:

  1. Kompetensi: kemampuan yang ditunjukkan murid, ditulis dengan kata kerja yang bisa diamati.
  2. Lingkup materi: konten dan konsep inti yang dipelajari.

Contoh: "Murid dapat membandingkan dan mengurutkan (kompetensi) pecahan berpembilang satu (lingkup materi)."

Panduan memberi tiga alternatif cara merumuskan TP:

  • Langsung dari CP: kalimat CP dipecah menjadi beberapa TP.
  • Analisis kompetensi dan konten: kata kerja dan kontennya dipisahkan dulu, lalu dipasangkan ulang.
  • Lintas elemen: satu TP menggabungkan lebih dari satu elemen CP, misalnya pengukuran dan analisis data.

Pertimbangkan juga waktu yang tersedia. TP yang terlalu luas tidak akan selesai dalam satu unit, sedangkan TP yang terlalu sempit membuat ATP terlalu panjang.

Dari TP ke ATP: enam cara mengurutkan

CaraPrinsipnyaContoh di matematika SD
Konkret ke abstrakDari benda nyata ke simbolPerkalian dengan tutup botol, lalu dengan lambang ×
DeduktifDari umum ke khususMengenal bangun datar, lalu ciri segitiga
Mudah ke sulitDari yang sederhana ke yang rumitPenjumlahan tanpa menyimpan, lalu dengan menyimpan
HierarkiKeterampilan prasyarat lebih duluPenjumlahan sebelum perkalian
ProseduralMengikuti tahap sebuah prosedurMengukur: memilih alat, membaca skala, mencatat
ScaffoldingBantuan dikurangi bertahapSoal bergambar, lalu soal cerita tanpa gambar

Untuk matematika SD, urutan hierarki dan konkret ke abstrak paling sering dipakai.

Contoh: elemen Bilangan Fase B

CP Bilangan Fase B mencakup bilangan cacah sampai 10.000, operasi hitung, kelipatan dan faktor, serta pecahan. Dipecah menjadi TP, diurutkan secara hierarki, lalu dibagi untuk kelas 3 dan 4:

KodeTujuan pembelajaranKelas
B.1Membaca, menulis, membandingkan, dan mengurutkan bilangan cacah sampai 1.0003
B.2Menentukan nilai tempat serta menyusun dan mengurai bilangan cacah sampai 1.0003
B.3Menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.0003
B.4Menyelesaikan masalah perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 dengan benda konkret, gambar, dan simbol3
B.5Membandingkan dan mengurutkan pecahan berpembilang satu serta pecahan berpenyebut sama3
B.6Membaca, menulis, membandingkan, mengurutkan, dan menentukan nilai tempat bilangan cacah sampai 10.0004
B.7Mengenal kelipatan dan faktor bilangan4
B.8Mengenal dan menerapkan pecahan senilai4
B.9Menyatakan pecahan sebagai desimal dan persen4

Perhatikan bahwa bilangan sampai 10.000 (B.6) baru muncul di kelas 4, setelah murid nyaman dengan bilangan sampai 1.000 di kelas 3. Itulah urutan hierarki.

Pembagian kelas di atas adalah salah satu kemungkinan. CP berlaku untuk akhir fase, jadi sekolah bebas menentukan TP mana yang diajarkan di kelas 3 dan mana di kelas 4.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menyalin CP sebagai TP. CP ditulis untuk akhir fase dan terlalu luas untuk satu unit.
  • Mengurutkan mengikuti daftar isi buku. Buku adalah salah satu sumber. ATP mengikuti kebutuhan belajar murid di sekolah Anda.
  • Menyusun sendirian. Guru kelas 3 dan kelas 4 perlu sepakat, supaya tidak ada TP yang terlewat atau diajarkan dua kali.

Lanjutan tulisan ini untuk pelanggan

Termasuk dalam Administrasi awal tahun

  • ATP Matematika Fase B lengkap untuk empat elemen lainnya: Aljabar, Pengukuran, Geometri, serta Analisis Data dan Peluang
  • Urutan mengajar gabungan semua elemen untuk kelas 3 dan kelas 4, dibagi per semester
  • Lingkup materi dan contoh kegiatan singkat untuk setiap TP

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah ATP wajib dibuat sendiri? Tidak. Panduan memberi tiga pilihan: menyusun sendiri, mengembangkan dari contoh pemerintah, atau memakai contoh pemerintah apa adanya sesuai kebutuhan murid.

ATP disusun per kelas atau per fase? Per fase, lalu ditetapkan untuk setiap tahun (kelas). Karena itu guru kelas 3 dan 4 sebaiknya menyusunnya bersama.

Apa bedanya TP dengan indikator? Indikator dipakai untuk asesmen dan biasanya lebih sempit dari TP. Satu TP bisa diukur dengan beberapa indikator soal, seperti dijelaskan di tutorial kisi-kisi SAS.

Alat Guru Kampung untuk tutorial ini