Tutorial · Perangkat ajar · 10 menit baca
Menulis tujuan pembelajaran yang bisa diukur
Ubah capaian pembelajaran yang luas menjadi tujuan satu pertemuan yang jelas, dengan rumus kompetensi + konten + bukti.
Tujuan pembelajaran adalah kalimat pertama yang Anda tulis di RPP atau modul ajar, dan kalimat yang paling sering dibaca ulang. Kalau tujuannya kabur, kegiatan dan asesmennya ikut kabur. Kalau tujuannya jelas, dua bagian lain hampir menulis dirinya sendiri.
Dari capaian ke tujuan
Capaian Pembelajaran (CP) ditulis untuk satu fase, yaitu dua tahun. Contohnya Fase B untuk kelas 3 dan 4. Rumusannya sengaja luas. Tugas guru adalah memecahnya menjadi tujuan-tujuan kecil yang bisa dicapai dalam satu atau beberapa pertemuan.
Caranya:
Garis bawahi kata kerja dan kontennya
Baca satu kalimat CP, lalu tandai apa yang harus bisa dilakukan murid (kata kerjanya) dan tentang apa (kontennya). Satu kalimat CP biasanya memuat dua sampai empat pasangan seperti ini.
Pecah menjadi langkah yang berurutan
Tanyakan: apa yang harus dikuasai murid lebih dulu? Mengenal pecahan datang sebelum membandingkan pecahan. Membandingkan pecahan datang sebelum menjumlahkannya. Urutan inilah yang nanti menjadi alur tujuan pembelajaran.
Tulis satu tujuan per langkah
Setiap tujuan cukup satu kalimat. Kalau Anda perlu kata "dan" lebih dari sekali, tujuannya mungkin terlalu besar dan perlu dipecah lagi.
Rumus tiga bagian
Tujuan yang bisa diukur punya tiga bagian:
| Bagian | Pertanyaannya | Contoh |
|---|---|---|
| Kompetensi | Murid bisa melakukan apa? | membandingkan |
| Konten | Tentang apa? | dua pecahan berpenyebut berbeda |
| Bukti | Bagaimana kita tahu? | dengan menggambar model batang dan menuliskan tanda >, <, atau = |
Hasilnya: Murid dapat membandingkan dua pecahan berpenyebut berbeda dengan menggambar model batang dan menuliskan tanda >, <, atau =.
Bagian ketiga sering terlupa, padahal bagian itulah yang membuat tujuan bisa diukur. Dengan bukti yang tertulis, Anda sudah tahu bentuk asesmennya sebelum merancang kegiatan.
Kata kerja yang bisa diamati
Hindari kata kerja yang terjadi di dalam kepala murid dan tidak bisa dilihat guru.
| Kurang bisa diukur | Lebih bisa diukur |
|---|---|
| memahami pecahan | menunjukkan pecahan pada gambar, menjelaskan arti penyebut |
| mengetahui jenis hewan | mengelompokkan hewan berdasarkan jenis makanannya |
| menghayati teks cerita | menceritakan kembali isi cerita dengan kata-kata sendiri |
| menyadari pentingnya kebersihan | membuat daftar tiga kebiasaan menjaga kebersihan kelas |
Contoh lengkap: Matematika kelas 4
Dari satu bagian CP tentang pecahan, alur tujuannya bisa seperti ini:
- Murid dapat menunjukkan pecahan sederhana (½, ⅓, ¼) pada gambar benda dan model batang.
- Murid dapat menemukan dua pecahan senilai dengan melipat kertas dan menuliskan pasangan pecahannya.
- Murid dapat membandingkan dua pecahan berpenyebut berbeda dengan model batang dan tanda >, <, atau =.
- Murid dapat mengurutkan tiga sampai lima pecahan dari yang terkecil dan menjelaskan alasannya kepada teman.
Perhatikan: setiap tujuan dibangun di atas tujuan sebelumnya, dan setiap tujuan menyebut buktinya.
Kesalahan yang sering terjadi
- Menyalin CP apa adanya. CP terlalu luas untuk satu pertemuan, jadi tidak bisa dicek di akhir jam pelajaran.
- Menulis kegiatan, bukan tujuan. "Murid mengerjakan LKPD halaman 12" adalah kegiatan. Tujuannya adalah apa yang bisa dilakukan murid setelah mengerjakan LKPD itu.
- Terlalu banyak tujuan dalam satu pertemuan. Dua tujuan untuk 2 × 35 menit sudah cukup padat untuk kelas rendah.
Langkah berikutnya
Setelah tujuannya jelas, susun pengalaman belajar dan asesmennya di tutorial menyusun RPP satu pertemuan. Kalau ingin langsung menuliskannya dalam format yang siap cetak, pakai alat Generator Modul Ajar.